JUST BROADCAST UR SELF
14 Dec
Sebenarnya hoby poto-poto tidak ada sama sekali tidak ada dalam jiwa saya. Malahan saya lebih suka mengambil gambar bergerak / video, karena lebih hidup, dan memang lingkungan kerja saya ada diseputaran per-video-an. Setelah ke rumah salah satu Fotografer senior(yang saat itu baru membeli kamera), his name si Ramayadi, eh malah diajak diskusi foto-foto. Damn, i don’t understand nih, just kijap-kijap merem melek aja dengernya. Iseng-iseng browsing dengan fasilitas kantor yang memang(banyak bilang dan iri dengan fasilitas ini di ruangan saya) mumpuni, eh ketemu beberapa artikel tentang foto dan situs fotografer.net. Akhirnya saya tertarik juga, walaupun status ampe sekarang masih Amatir, cuma status kamera aja yang berpindah dari procumer ke DSLR, dari Fuji Fine pix 6500fd(dahsyat buat belajar) ke Canon 1000D(Dahsyat buat kantong cekak).
11 Dec
Ingat pepatah dan kata-kata bijak : “MERAWAT LEBIH BAIK DARI PADA MEMPERBAIKI” ? ya pasti ingat donk. Ini memang harus bener-bener diterapkan ke Kamera anda khususnya kamera DSLR yang biaya hobby satu ini cukup mahal. Terutama untuk menangkal musuh utama Kamera DSLR anda : DEBU dan JAMUR. Karena kelembaban udara di Negeri kita tercinta kita ini sangat tinggi, maka untuk peralatan seperti kamera harus disimpan pada tempat penyimpanan khusus. Jangan menyimpannya di lemari pakaian, karena jelas lemari pakaian akan sangat lembab dan kapur barusnya dapat merusak lensa. Sebaiknya kamera dan lensa dan alat pendukungnya ditaruh pada suatu alat yang dinamakan DRY BOX. Mahal kah alat ini??? ya memang mahal, kalo yang bener-bener drybox bisa harganya diatas 700rb-an untuk ukuran yang kecil. Terus kalo mahal, ada solusinya gak ya???? saya jawab, ADA!!! berikut solusinya.