NGREBEK

NGREBEK

“NGEREBEK ( NGEREBG)”.. mungkin kedengaran berkonotasi negatif, dimana biasanya digunakan untuk mengepung,menangkap hal-hal yang berbau kejahatan, seperti , ngrebek tajen,bandar narkoba,perampok atau teroris. Tapi “NGEREBEK” disini adalah sebuah ritual  keagamaan yang ada di Kota Bangli tepatnya di Desa Adat Kawan, Bangli. Seperti kita ketahui, Bangli merupakan salah satu kabupaten di Bali yang sering dikaitkan dengan hal-hal yang berbau magis, seperti ahli-ahli magis baik black magic(leak) maupun usada/penyembuh tradisional yang terkenal. Ritual NGEREBEK ini dilaksanakan setiap hari raya Kuningan. Hari raya Kuningan merupakan salah satu hari raya suci besar bagi umat Hindu khususnya di Bali dimana berkaitan dengan Hari raya Galungan sehingga sering dikaitkan sebagai Hari raya Galungan dan Kuningan. Galungan dan Kuningan merupakan hari raya yang disimboliskan sebagai hari kemenangan Dharma melawan ADharma.
Kembali kepada ritual NGREBEK. Ritual ini dilaksanakan pada senja hari saat Sandi Kala, peralihan dari Sore ke malam. Ritual ini difokuskan di Catus Pata(Perempatan Agung, biasanya dengan tanda adanya patung Catur Muka) di kota Bangli, di sebelah terminal kota Bangli(bukan yang di lapangan Kapten Mudita Bangli). Sangat mudah untuk mencari lokasi ini. Ritual ini diikuti oleh Banjar-banjar Adat yang bernaung di bawah Desa Adat Kawan, dimana yang ngemong Pura-pura yang terdapat Ida Betara yang berupa Barong dan Rangda. seperti banjar adat Kawan untuk Pura Dalem Purwa, Banjar Blungbang untuk Pura Dalem Penungkekan, dan Banjar Griya untuk Pura Dalem Kaja Kanginan(Pura dalem Cungkub).  Ritual NGEREBEK ini sendiri berfungsi untuk memberikan keselamatan dan kesejahteraan kepada Warga desa adat Kawan, sehingga terhindar hal-hal buruk seperti wabah penyakit(grubuk), dan sejenisnya. Oleh sebab itu dilaksanakan di Catus Pata, untuk menetralisir pengaruh buruk dari roh-roh jahat(baca : Bhuta Kala). Sekedar info, di Bali memang tidak mengenal adanya pengusiran roh-roh jahat(bhuta kala), tapi menetralisir roh-roh jahat itu dengan istilah “Menyomia” bhuta Kala, sehingga tidak mengganggu kehidupan manusia. Kalau diusir, mungkin secara nalar, roh itu akan marah kepada kita.

NGREBEK

NGREBEK

Balik lagi ke Ritual NGREBEK…Ritual dimulai dengan pemukulan kulkul(kentongan) di masing-masing bale banjar yang berfungsi untuk memberitahu warga banjar untuk berkumpul di masing-masing pura dalem.
Setelah warga berkumpul di masing-masing pura, maka dimulai dengan mengaturkan banten sebagai simbol bahwa akan dilangsungkan ritual NGREBEK ini(matur piuning). Setelah ritual ini selesai, Ida Bathara diiring menuju ke Catus Pata tempat ritual NGREBEK ini berlangsung. Biasanya, masing-masing banjar akan secara bergiliran melakukan ritual ini di catus Pata. Mungkin hal ini dilakukan untuk mengurangi adanya gesekan-gesekan yang dapat terjadi yang akan menimbulkan salah paham dari masing-masing warga. Ritual NGREBEK dimulai dari Warga Banjar Blungbang yang berjalan dari Pura Dalem Penunggekan. Kemudian bergiliran warga Banjar Griya dan terakhir Warga banjar Kawan. Masing-masing melakukan ritual yang sama di Catus Pata ini yakni memberikan persembahan kepada Ida Bhatara berupa banten dan beberapa persembahan berupa ayam yang ditujukan untuk rencangan(pengawal-pengawal Beliau secara niskala). Yang menarik dari ritual ini adalah pada saat melakukan persembahan ini. Akan banyak kita temui kejadian kerauhan oleh masing-masing warga yang dirasuki oleh kekuatan Rencangan Ida Bhatara. Tingkah laku pun berbagai macam, ada yang menari dengan mimik wajah yang menyeramkan,ada yang berteriak, ada yang memakan dupa,ayam dan lainnya. Mungkin jika anda pertama kali melihat kejadian kerauhan ini, akan membuat bulu kuduk anda berdiri. Setelah Banten-banten dihaturkan, masing-masing akan kembali menuju Pura tempat Ida Bhatara Nyejer kurang lebih 1 sampai 2 hari.

NGEREBEK

NGEREBEK

Beberapa hal yang perlu diingat saat menyaksikan Ritual ini antara lain :
1. Saat menonton, kalo agak dekat, untuk tidak berdiri, agar duduk. Kalau berdiri, jangan kaget tiba-tiba orang yang kerauhan menuding-nuding dan berteriak ke arah anda, dan bahkar bisa langsung meloncat ke arah anda untuk menyuruh anda duduk.
2. Untuk tidak mengambil foto secara terang-terangan apalagi sambil menggunakan lampu blitz. Kejadian ini sempat menimpa saya, tanpa sengaja tombol lampu blitz tertekan, dan saat mengambil foto orang kerauhan, orang kerauhan tersebut langsung berteriak, menuding, dan langsung mendekati saya, untung orang yang kerauhan tersebut dipegang oleh beberapa warga dan pecalang, sehingga tidak sampai menyentuh saya, dan kamera pun aman. Cuma ya harus rela mendapat omelan dari warga dan pecalang, dan jangan lupa untuk meminta maaf kepada mereka.

Saat ketahuan menjepret :

NGREBEK

NGREBEK

3. Datanglah sedini mungkin, atau anda akan mendapat posisi yang kurang baik, karena semua warga kota Bangli akan tumpah ruah menyaksikan Ritual ini.

Demikianlah Ritual Unik dari Kota dingin Bangli, tertarik menyaksikannya, datanglah pada Hari Raya Kuningan. Don’t be Miss it…

NGREBEK

NGREBEK